Tag Archives: Industrial Relation

Certified Industrial Relations Professional (CIRP) – CONFIRMED

Acara

03 – 04 Oktober 2017 | Rp. 4.650.000,-/ orang di Epicentrum Walk Office, Jakarta – CONFIRMED
14 – 15 November 2017 | Rp. 4.650.000,-/ orang di Epicentrum Walk Office, Jakarta
11 – 12 Desember 2017 | Rp. 4.650.000,-/ orang di Epicentrum Walk Office, Jakarta

 

MATERI BERDASARKAN YANG DIANJURKAN ILO, APINDO, DEPNAKER, LAWYER
HUBUNGAN INDUSTRIAL & BEST PRACTICE
(sudah dimodifikasi berdasarkan best practice di Indonesia)

 

LATAR BELAKANG TRAINING CERTIFIED INDUSTRIAL RELATION PROFESSIONAL

Perkembangan Hubungan Industrial dewasa ini banyak tantangannya. Perubahan keadaan karena globalisasi, reformasi yang meliputi kebebasan berserikat, pelaksanaan HAM, supremasi hukum,  perubahan peraturan perundang-udangan, otonomi daerah, penerapan standar ketenagakerjaan internasional, infra struktur dan iklim investasi, ikut mengubah pola hubungan industrial, khususnya perubahan perilaku dan sikap yang menyangkut banyak aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, politik dan upaya peningkatan kesejahteraan.

Menghadapi kenyataan ini, para praktisi Hubungan Industrial dituntut untuk lebih sinergis dan cepat beradaptasi dengan kondisi nasional dan lingkungan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yangberlaku, untuk menciptakan adanya Hubungan Industrial yang kondusif untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Bertolak dari masalah tersebut diatas barulah disadari bahwa fungsi Industrial Relations sungguh sangat strategis dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif, aman dan berkelanjutan yang pada akhirnya membuahkan iklim kerja yang kondusif. Dengan hubungan yang harmonis setiap kebijakan manajemen mendapat dukungan dari seluruh karryawan dan pada gilirannya keberadaan perusahaan dapat tetap bertahan dan bahkan berkembang maju.

Workshop ini disajikan secara rinci pengetahuan dan praktek Industrial Relations (IR) yang dibagi kedalam 2 (dua) ranah, yaitu ranah peningkatan kerjasama dalam rangka membangun kesamaan padangan dan tujuan antara perusahaan dengan pekerja serta pemangku kepentingan lainnya,  Pokok-pokok yang akan dibahas antara lain konsep dasar kerjasama pekerja dan management, perbedaan kerjasama dengan perundingan bersama, Kemudian bagaimana memulai dan mengelola dan melakukan monitoringnya. kemudian disampaikan pula pokok-pokok hukum ketenagakerjaan yang mutlak mendapat perhatian pula, dari sejak dimulai adanya hubungankerja, kemudian selama berlangsungnya hubungan kerja, sampai padasaat/setelah berakhirnya hubungan kerja dengan rujukan utamanya adalah peraturan-peraturan ketenagakerjaan yang mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja (perusahaan maupun pekerja/buruh)serta hubungannya dengan SP/SB dan pemerintah dalam Peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan yang terkait



SIAPA YANG HARUS IKUT

  1. Praktisi IR Spesialis yang bekerja kurang dari 5 tahun
  2. Praktisi HR Generalis yang bekerja kurang dari 7 tahun
  3. Peminat & pemerhati Hubungan Industrial

PEMBAHASAN TRAINING CERTIFIED INDUSTRIAL RELATIONS PROFESSIONAL:

Para peserta akan memperoleh pengetahuan & skill tentang :

  1. Konsep dan fungsi Industrial Relations: IR Strategis serta membahas ranah Kerjasama & ranah Perundingan dalam IR
  2. Dasar-dasar kerjasama pekerja dan manajemen dan tantangan pelaksanaannya
  3. Menetapkan tujuan, sifat, fungsi dan struktur bentuk kerjasama pekerja dan manajemen
  4. Bagimana memulai, mengelola dan memonitor kerjasama pekerja dan perusahaan
  5. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut IR. (Undang-undang, PP/Kepmen/SE, Peraturan Perusahaan/PKB/PP
  6. Kelembagaan dibidang IR. (Bipatrit, Tripatrit, PPHI, dan lain-lain)
  7. Tantangan-tantangan dibalik keberadaan Serikat Pekerja. (Peraturan terkait SP, Kerjasama dan tantangannya).
  8. Fungsi dan aspek kritikal Peraturan perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama (Collective Labor Agreement).
  9. Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
  10. Lain-lain terkait dengan outsourcing, jamsostek, PKWT, PKWTT dll
  11. Sikap mental yang tepat seorang Industrial Relations (IR) professional untuk menjadi insiator dalam setiap tahapan IR: ranah kerjasama, ranah perundingan dan penegak hukum internal perusahaan
  12. IR Clinic

 

BONUS ISTIMEWA dari TRAINING CERTIFIED INDUSTRIAL RELATIONS PROFESSIONAL:

  • Software Lengkap UU / Peraturan Ketenagakerjaan
  • Materi Module Pelatihan Mediator yang terakreditasi oleh BAMI
  • Plus Bonus ISTIMEWA LAINNYA

 

PESERTA :

Pelatihan ini direkomendasikan untuk pemimpin perusahaan, praktisi SDM, para Manager, Asisten Manager, Supervisor, setingkat Kepala Bagian dan  Calon supervisor untuk semua fungsi organisasi.



METODOLOGY

Lecturing, studi kasus, latihan simulasi dan group discussion. Peserta dipandu untuk aktif yang merupakan kunci sukses pembelajaran kelas ini.



Fasilitator :

Haris H. Sidauruk

Saat ini beliau menjabat sebagai VP & Senior Consultant pada salah satu perusahaan di Indonesia. Sebagai seorang professional, beliau pernah menempati beberapa jabatan diantaranya : sebagai Management Trainee, Production Manager, Training Manager, TPM Manager, HSE Manager (PT. Multi Bintang Indonesia Tbk, (Heineken Group, PT United Can Company Tbk dan sebagainya.

Atau

Bima Hermastho

Beliau merupakan Praktisi dan Konsultan Senior SDM & Manufacturing Improvement Technologist, memiliki pengalaman sebagai senior management di berbagai grup perusahaan lokal dan multinational dengan karyawan lebih dari 50.000 orang. Keahliannya adalah mengintegrasikan Praktek SDM Terbaik melalui Sistem SDM yang berkualitas untuk menciptakan Keunggulan Organisasi  Berbasis Total Quality Management. Pengalaman sebagai konsultan, dan instruktur di antaranya di PT. Telkom dan PT. Pertamina dalam menyiapkan Tim HR nya untuk meraih sertifikasi internasional, memberikan pembekalan dan Sertifikasi HR bagi Tim HR di Indofood, Carrefour, Mayora dll serta memberikan workshop publik dan sertifikasi bagi ribuan professional SDM di Indonesia yang di ikuti pula praktisi dari Malaysia, Amerika dan Belanda (Eropa). Sebagai praktisi, salah satu prestasinya adalah membawa PT. Multi Bintang Indonesia Tbk SA Brewery meraih pengakuan internasional “the best-world class brewery” dan menjadi benchmark dalam implementasi Change Management, Education & Training Pillar TPM (Total Productive Management) di Heineken Group of Comanies.

 


INVESTASI :

  • Rp. 4.650.000,- nett (Belum termasuk pajak)/ orang
  • Early Bird Rp 4.450.000, nett (Belum termasuk pajak) / org ( Pelunaasan seminggu sebelum Hari H)

**Sudah termasuk Coffee Break 2X, Makan siang, Seminar kit, Sertifikat **

 

Certified Industrial Relations Professional (Sertifikasi Praktisi Hubungan Industrial)

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial di Indonesia

ACARA

24 – 25 Oktober 2017 | Rp. 3.650.000/ orang di Epicentrum Walk Office, Kuningan, Jakarta
13 – 14 Desember 2017 | Rp. 3.650.000/ orang di Epicentrum Walk Office, Kuningan, Jakarta

 

Latar Belakang Training Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial di Indonesia

Pemahaman aspek regulasi terkait pelaksanaan hubungan ketenagakerjaan oleh para pelaku hubungan industrial di Indonesia baik itu Pekerja/Buruh, Pengusaha maupun unsur pemerintah dalam hal ini pegawai Depnakertrans harus diakui masih jauh dari harapan. Sosialisasi yang relatif minim dan kesadaran untuk memahami yang masih rendah sering dijadikan kambing hitam atas kondisi tersebut.  Kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku di suatu perusahaan banyak yang dbuat atas pertimbangan “Bagaimana Biasanya?” tanpa mengetahui dasar hukumnya atau memahami “Bagaimana Semestinya”.

Pelatihan hukum ketenagakerjaan ini akan mengupas tentang aspek-aspek ketenagakerjaan. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan praktis akan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan korelasinya dengan masalah ketenagakerjaan yang timbul. Dengan demikian, setiap permasalahan ketenagakerjaan yang ditemui akan mudah dimengerti dan dipahami sehingga dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.



Materi Training  Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial

  • Pengantar Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial
  • Norma Dalam Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial
  • PP, KKB dan Perjanjian Kerja
  • Status Hubungan Kerja
  • Ketentuan Jam Kerja, Lembur, Libur dan Cuti
  • Ketentuan Libur & Cuti
  • Ketentuan Pengupahan
  • Perselisihan Hubungan Industrial
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Nara Sumber Training Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial di Indonesia

Basani Situmorang, SH, MHum

Beliau adalah seorang  staff ahli direksi PT Jamsostek Bidang Hukum sejak tahun 2001. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai  Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI Bidang Ketenagakerjaan (periode 2000-2004), mantan Staff Ahli Menteri Tenaga Kerja Bidang Hukum dan Hubungan Industrial (periode2000-2002), mantan Kepala Kepaniteraan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) periode 1998-2000, dan juga pernah menjabat sebagai mantan Kepala Biro Hukum Departemen Tenaga Kerja RI periode 1992-1998. Selain itu beliau juga pernah menjadi Kepala Bagian Perundang-undangan Departemen Tenaga Kerja RI periode 1983-1992. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai Kepala Sub. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Departemen Tenaga Kerja RI, sebagai Anggota Panitia Khusus DPR RI  dan Tim Perumus :  Undang-Undang No.13 Th.2003 Ketenagakerjaan), Undang-undang No.21 Th.2000 ( Serikat Pekerja), dan Undang-undang No.2 Th.2004 (PPHI), Konsultan Industrial Relation PT  Astra Group, dan saat ini beliau  juga sebagai Pengajar pada Program Pasca Sarjana Universitas Krisna Dwipayana (UNKRIS) Jakarta.

Ir. FX Djoko Soedibjo,MM,MBA

Beliau adalah seorang konsultan/praktisi dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam bidang SDM.  Pernah menjadi Direktur HRD dari HSBC (bank terbesar kedua di dunia), Direktur HRD/GA Indomobil Group (8.000 karyawan), Manajer Divisi Commercial dan Personnel & Administration dari PT Cold Rolling Mill Indonesia Utama (pabrik baja lembaran tipis, dengan investasi US$850 juta, dan 2.000 karyawan), Konsultan/Trainer LPPM selama 8 tahun, Pemegang Hak Patent “Rumus Sundulan DS”. Penulis buku terbitan LPPM “Rumus Sundulan DS – Solusi Imbal Jasa Berbasis UMP/UMKK”



Investasi Training Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial di Indonesia

  • 3.650.000 nett / orang,
  • 3.450.000 nett / orang (Apabila melakukan pembayaran seminggu sebelum pelatihan)

Sudah termasuk Coffe Break 2x, Makan siang, Seminar Kit, Sertifikat, T-Shirt

 

 

Hukum Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial di Indonesia

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

INDUSTRIAL RELATION

ACARA

05 – 06 September 2017 | Rp 4.500.000 di Bandung
03 – 04 Oktober 2017 | Rp 4.500.000 di Bandung
02 – 03 November 2017 | Rp 4.500.000 di Bandung
05 – 06 Desember 2017 | Rp 4.500.000 di Bandung

 

Latar Belakang Training Industrial Relation

Hubungan Industrial maupun Hubungan Kerja selain bertumpu pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan, juga tidak terlepas dari perlunya teknik dan strategi yang tepat untuk penyelesaian permasalahan yang timbul dalam hubungan tersebut. Peraturan perundang-undangan yang mengatur Ketenagakerjaan berkembang terus seiring dengan kondisi dan perkembangan mekanisme Hubungan Industrial maupun Hubungan Kerja. Mereka yang profesinya terkait baik secara langsung atau tidak langsung dengan urusan Ketenagakerjaan, perlu senantiasa memutakhirkan pengetahuannya akan ketentuan peraturan perundang-undangan Ketenaga kerjaan yang secara dinamis terus diperbaharui dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, maka setiap Pejabat/Staf Departemen Personalia (Human Resources), Pejabat/Staf Departemen Legal, Para wakil dan aktifis Serikat Pekerja, Para wakil dan aktifis lembaga bipartite, dan Para pejabat yang sering berhubungan dengan masalah-masalah ketenaga-kerjaandirasa perlu untuk mengerti dan memahami mengenai “INDUSTRIAL RELATION”.

 

Sasaran Program Training Industrial Relation

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat :

  1. Memahami ketentuan yang berlaku dalam hubungan kerja sesuai UU yang berlaku di Indonesia
  2. Mampu mengidentifikasi hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan perusahaan yang menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan dan pekerja
  3. Mampu melakukan tips bermitra dengan Serikat Pekerja, Teknik menyelesaikan sengketa

Topik Bahasan Training Industrial Relation

  1. Perjanjian Kerja (PK)
    • Dasar Hukum.
    • Pengertian.
    • Bentuk.
    • Jenis.
    • Isi PK.
    • Syarat Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
    • Akibat Hukum Jika Syarat-Syarat PKWT Dilanggar.
  2. Peraturan Perusahaan (PP)
    • Dasar Hukum.
    • Pengertian.
    • Perusahaan Yang Diwajibkan Membuat PP.
    • Tata Cara Pembuatan.
    • Isi.
    • Pengesahan.
    • Kewajiban Pengusaha Setelah PP Disahkan.
    • Masa Berlaku.
  3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
    • Dasar Hukum.
    • Pengertian.
    • Syarat Dan Tata Cara Pembuatan PKB.
    • Hal-Hal Yang Harus Dimuat Dalam PKB.
    • Kewajiban Pengusaha Dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Setelah PKB Berlaku.
    • Masa Berlaku PKB.
    • Syarat Perpanjangan Atau Pembaharauan PKB.
    • Perbedaan PKB dan PP.
  4. Waktu Kerja dan Waktu istirahat.
    • Dasar Hukum.
    • Waktu Kerja Sehari Dan Seminggu.
    • Waktu Istirahat Dan Cuti.
    • Hak Pekerja/Buruh Perempuan Atas Istirahat Hamil/Melahirkan.
    • Sanksi Jika Terjadi Pelanggaran.
  5. Upah Kerja Lembur
    • Dasar Hukum.
    • Pengertian Dan Ruang Lingkup.
    • Syarat Kerja Lembur.
    • Kewajiban Pengusaha Yang Mempekerjakan Pekerja Kerja Lembur.
    • Dasar Perhitungan Upah Lembur.
    • Cara Perhitungan Upah Lembur.
    • Sanksi Atas Pelanggaran Kerja Lembur.
  6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
    • Dasar hukum.
    • Pengertian Dan Ruang Lingkup.
    • PHK Yang Dilarang.
    • Alasan PHK oleh :
      • Pengusaha;
      • Pekerja
    • Prosedur/Mekanisme PHK.
    • PHK Yang Tidak Perlu Penetapan Dari PHI.
    • Skorsing.
    • Kompensasi Akibat PHK.
    • Komponen Upah Untuk Kompensasi Akibat PHK.
    • Hak Pekerja Yang Ditahan Pihak Berwajib.
    • PHK Karena Usia Pensiun.

Trainer Training Industrial Relation

Suwiro Heriyanto, SE., MM & Team

Lulusan Program Studi Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Terbuka dan Pasca Sarjana Konsentrasi Marketing Universitas Mercu Buana Jakarta. Tercatat sebagai Yunior Manager Human Capital Development & Learning Center  PT. Krakatau Steel yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi juga penulis buku “Pedoman Pengembangan Diklat, dan Pengantar Ilmu Ekonomi” serta sebagai public Trainer.  Ia telah menjadi pembicara di lebih dari puluhan forum Training nasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya RS Ananda Bekasi, Bank BJB Pusat Bandung, PT. Ayodhia Karya Cipta Pratama, PT. Track-One Indonesia, Azzahra Salsabila Institute, PT. Krakatau Steel Cilegon, PT. Krakatau Wajatama Cilegon, PT. Krakatau Daya Listrik Cilegon, PT. Krakatau Tirta Industri Cilegon, PT. Krakatau Engineering Cilegon, PT. KIEC Cilegon, PT. Krakatau Engineering, PT. Krakatau Bandar Samudera, PT. Krakatau Posco, Dirjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Dinas Pendidikan Propinsi Banten, dan lain-lain.

Jadwal Training Industrial Relation

  • 5-6 September  2017
  • 3-4 Oktober  2017
  • 2-3 November  2017
  • 5-6 Desember  2017

Durasi Training Industrial Relation

2 hari

Venue :

Bandung (Aston Braga, Ibis Styles, Kagum Hotel)

 

Investment :

  • Rp 4.500.000,-

Termasuk :

  1. Materi hand-Out
  2. Softcopy materi (Flash disk)
  3. Sertifikat
  4. ATK (NoteBook dan Ballpoint)
  5. Tas kerja 3in1
  6. Foto Training
  7. Meeting room di hotel berbintang
  8. Lunch dan 2x coffee break
  9. Transportasi untuk peserta dari hotel penginapan ke hotel tempat training

INDUSTRIAL RELATION

 

 

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

HUBUNGAN INDUSTRIAL

ACARA

09 – 10 Agustus 2017 | Rp. 5.950.000/person di Yogyakarta
14 – 15 September 2017 | Rp. 5.950.000/person di Yogyakarta
12 – 13 Oktober 2017 | Rp. 5.950.000/person di Yogyakarta
08 – 09 November 2017 | Rp. 5.950.000/person di Yogyakarta
14 – 15 Desember 2017 | Rp. 5.950.000/person di Yogyakarta

 

PENDAHULUAN TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

Hubungan industrial merupakan hubungan antara pelaku proses produksi barang maupun jasa yaitu pengusaha, pekerja dan pemerintah. Hubungan industrial bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi, harmonis dan dinamis antara pelaku proses produksi tersebut. Oleh karena itu masing-masing pelaku produksi tersebut harus melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing secara baik.

Fungsi pekerja/SP/SB adalah melaksanakan pekerjaan sesuai kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan beserta keluarganya. Fungsi pengusaha dan organisasi pengusaha adalah menciptakan kemitraan, mengembangkan usaha, memperluas lapangan kerja. Sedangkan fungsi pemerintah adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, pengawasan dan penindakan terhadap pelanggarnya. Dengan terciptanya hubungan industrial yang serasi, aman, dan harmonis diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, sehingga dengan demikian perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan. Dalam hubungan indutrial yang terlibat langsung dalam proses produksi adalah pengusaha dan pekerja, sedangkan pemerintah tidak terlibat secara langsung.

Oleh karena itu, pengusaha dan pekerja terlibat dalam suatu hubungan kerja yang menimbulkan hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban tersebut sebagian besar sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerja, peraturan perusahaan serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Untuk itu, para peserta perlu memahami hubungan industrial dan ketenagakerjaan dasar meliputi perjanjian kerja, peraturan perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), waktu kerja dan waktu istirahat, upah kerja lembur dan PHK.

TUJUAN TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

Pelatihan Hubungan Industrial ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang perjanjian kerja (PKWT), Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), waktu kerja dan waktu istirahat, upah kerja lembur, PHK dan perselisihan hubungan industrial yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang ketenagakerjaan.

MANFAAT TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. Mampu mengetahui dan memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang ketenagakerjaan.
  2. Mampu memahami hubungan industrial sesuai peraturan perundangan dibidang ketenagakerjaan.
  3. Mampu memanage employee relation dan bermitra dengan serikat pekerja secara efektif.
  4. Mempunyai pemahaman mengenai PKWT, PP, maupun PKB sesuai peraturan perundangan dibidang ketenagakerjaan.

SASARAN PESERTA TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir sebagai Pengacara, HRD maupun pengelolaan hubungan industrial
  2. HRD Staff, HRD Group Leader, HRD Supervisor, HRD Coordinator, HRD Section Head, HRD Superintendent, dan HRD Manager
  3. HRGA Superintendent, HRPGA Section Head, HRGA Dept. Head, HRGA Manager
  4. IR Officer, IR Supervisor, IR Superintendent
  5. Direktur HCA, General Manager HRD, Senior Manager HRD, Assistant Manager HRD
  6. Manager Non HRD yang berminat mempelajari Hubungan Industrial
  7. Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai Hubungan Industrial
  8. Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan Hubungan Industrial

 

CAKUPAN MATERI TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. Perjanjian Kerja (PKWT)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Bentuk
    • Jenis
    • Isi PKWT
    • Syarat pembuatan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)
    • Akibat hukum jika syarat-syarat PKWT dilanggar
  2. Peraturan Perusahaan (PP)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Perusahaan yang diwajibkan membuat PP
    • Tata cara pembuatan
    • Isi
    • Pengesahan
    • Kewajiban pengusaha setelah PP disahkan
    • Masa berlaku
  3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Syarat dan tata cara pembuatan
    • Hal-hal yang harus dimuat dalam PKB
    • Kewajiban pengusaha dan SP/SB/pekerja setelah PKB berlaku
    • Masa berlaku
    • Syarat perpanjangan atau pembaharuan
    • Perbedaan PKB dan PP
  4. Waktu Kerja dan Waktu istirahat.
    • Dasar hukum
    • Waktu kerja sehari dan seminggu
    • Waktu istirahat dan cuti
    • Hak pekerja/buruh perempuan atas istirahat hamil/melahirkan
    • Sanksi jika terjadi pelanggaran
  5. Upah Kerja Lembur
    • Dasar hukum
    • Pengertian dan ruang lingkup
    • Syarat kerja lembur
    • Kewajiban pengusaha yang mempekerjakan pekerja kerja lembur
    • Dasar perhitungan upah lembur
    • Cara perhitungan upah lembur
    • Sanksi atas pelanggaran kerja lembur
  6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
    • Dasar hukum
    • Pengertian dan ruang lingkup
    • PHK yang dilarang
    • Alasan PHK oleh : pengusaha; pekerja
    • Prosedur/mekanisme PHK
    • PHK yang tidak perlu penetapan dari PHI
    • Skorsing
    • Kompensasi akibat PHK
    • Komponen upah untuk kompensasi akibat PHK
    • Hak pekerja yang ditahan pihak berwajib
    • PHK karena usia pensiun
  7. Perselisihan Hubungan Industrial

 

METODE TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. Presentasi
  2. Diskusi Konsultatif
  3. Sharing Pengalaman
  4. Studi Kasus
  5. Simulasi Perselisihan Hubungan Industrial

INSTRUCTOR :

Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM

VENUE :

Yogyakarta (Ibis Styles Hotel/ Ibis Malioboro Hotel/ Jambuluwuk Hotel/ Cavinton Hotel/ Grand Zuri Hotel, dll)

 

TRAINING DURATION HUBUNGAN INDUSTRIAL

2 days

TRAINING TIME HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. 09 Aug 2017-10 Aug 2017
  2. 14 Sep 2017-15 Sep 2017
  3. 12 Oct 2017-13 Oct 2017
  4. 08 Nov 2017-09 Nov 2017
  5. 14 Dec 2017-15 Dec 2017

 

INVESTATION PRICE/PERSON :

  1. Rp. 5.950.000/person (full fare) or
  2. Rp. 5.750.000/person (early bird, payment 1 week before training) or
  3. Rp. 5.500.000/person (if there are 3 persons or more from the same company)

 

FACILITIES FOR PARTICIPANTS :

  1. Training Module
  2. Flash Disk contains training material
  3. Certificate
  4. Stationeries: Blocknote and Ballpoint
  5. T-Shirt
  6. Backpack
  7. Training Photo
  8. Training room with Full AC facilities and multimedia
  9. Lunch and twice coffeebreak every day of training
  10. Qualified Instructor
  11. Transportation for participants from hotel of participants to/from hotel of training – VV (if minimal participants is 4 persons from the same company)

HUBUNGAN INDUSTRIAL

 

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

INDUSTRIAL RELATION – Confirmed

Acara

08 – 09 Juni 2017 | Rp. 4.925.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta – CONFIRMED
11 – 12 Juli 2017 | Rp. 4.925.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta
07 – 08 Agustus 2017 | Rp. 4.925.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta
04 – 05 September 2017 | Rp. 4.925.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta

Jadwal Training 2017 Selanjutnya …

 

 

Hubungan industrial yang harmonis dan kondusif adalah dampaan setiap perusahaan. Namun perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja bisa saja menimbulkan perselisihan.
Adanya perselisihan hubungan industrial akan mengganggu jalannya roda usaha yang harus segera dicari jalan keluarnya yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak.
Bagaimana kiat-kiat menyelesaikan perselisihan dalam hubungan industrial dalam dunia usaha? Apakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan atau di dalam pengadilan? Apa yang dikatakan UU NO. 13/2003 dan UU NO. 2/2004?

 

OUTLINE TRAINING INDUSTRIAL RELATION

Hari I:

  • Hubungan Industrial di Indonesia
  • Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Luar Pengadilan
  • Pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI
Hari II:
  • Tata Cara Penyelesaian Bipartit
  • Tata Cara Penyelesaian Mediasi
  • Tata Cara Penyelesaian Konsiliasi
  • Tata Cara Penyelesaian Arbitrase
  • Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan
  • Meminimalisir Konflik Menjelang PHK

 

Workshop Leader

Cecilia Sri Hayani

Memiliki sertifikasi HR dan memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 15 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operation, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional.
Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri.

Jadwal Training 2017

  • 11 – 12 Juli 2017
  • 07 – 08 Agustus 2017
  • 04 – 05 September 2017
  • 09 – 10 Oktober 2017
  • 06 – 07 November 2017
  • 04 – 05 Desember 2017

 

 

FEE: 

  • Rp. 3.850.000,- (Registration 3 person/more; payment 1 week before training)
  • Rp. 4.050.000,- (Reg 2 weeks before training ; payment 1 week before training)
  • Rp. 4.550.000,- (On The Spot; payment at the last training )
  • Rp. 4.925.000- (Full Fare)

COMPREHENSIVE INDUSTRIAL RELATION

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

ACARA

29 – 31 Maret 2017 | Rp 5.900.000,- per peserta di Hotel Ibis, Yogyakarta
03 – 05 April 2017 | Rp 5.900.000,- per peserta di Hotel Ibis, Yogyakarta
10 – 12 April 2017 | Rp 5.900.000,- per peserta di Hotel Ibis, Yogyakarta
17 – 19 April 2017 | Rp 5.900.000,- per peserta di Hotel Ibis, Yogyakarta

Jadwal Training 2017 Selanjutnya …

 

 

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

Hubungan industrial yang positif dan baik antara pengusaha sebagai pemberi kerja dengan buruh atau tenaga kerja dapat mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif dan harmonis yang secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas dan profit perusahaan. Kondisi tersebut menyebabkan pentingnya kehadiran Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit). LKS Bipartit sendiri merupakan wadah atau forum di tingkat internal perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengkonsultasikan dan meminta masukan terkait dengan persoalan yang berhubungan dengan pengembangan hubungan industrial, pertumbuhan dan perkembangan perusahaan, serta kesejahteraan buruh atau tenaga kerja. Selain itu dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan maka ada beberapa regulasi yang patut menjadi perhatian pengusaha sehingga iklim harmonis di perusahaan tidak terganggu dan tenaga kerja dapat melaksanakan tugasnya dengan lancar sebagaimana adanya.

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

  1. Memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen kelembagaan bipartit di perusahaan
  2. Memberikan pemahaman mengenai tata cara pembentukan LKS Bipartit yang tepat
  3. Memberikan pengenalan pada manajemen bipartit yang baik melalui pembelajaran best practice  yang telah diimplementasikan oleh perusahaan lainnya

 


MATERI TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

  1. Ruang lingkup manajemen kelembagaan bipartit
    1. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentag Serikat Pekerja/Serikat Buruh
    2. Undang‑Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
    3. Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007
    4. Mekanisme pembentukan LKS Bipartit
    5. Persoalan-persoalan hubungan industrial beserta perancangan solusinya
    6. Ketentuan dasar Pembentukan/ Keanggotaan LKS Bipartit
    7. Fungsi LKS Bipartit
    8. Sanksi pelanggaran
    9. Studi kasus

METODE TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

Presentasi, lecture, studi kasus, tanya jawab, diskusi

PESERTA TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

Direktur, manajer, manajer HRD, staf hubungan industrial, staf HRD, Praktisi Hubungan Industrial, Manajer SDM, Pengurus Serikat Pekerja, Konsultan Hukum, dan individu yang ingin memperdalam materi training.

 

 

 

Jadwal Training

Hotel Ibis Malioboro ,Yogjakarta

  • 29 – 31 Maret 2017
  • 03 – 05 April 2017
  • 10 – 12 April 2017
  • 17 – 19 April 2017
  • 25 – 27 April 2017
  • 02 – 04 Mei 2017
  • 08 – 10 Mei 2017
  • 15 – 17 Mei 2017
  • 22 – 24 Mei 2017
  • 29 – 31 Mei 2017
  • 05 – 07 Juni 2017
  • 12 – 14 Juni 2017
  • 19 – 21 Juni 2017
  • 03 – 05 Juli 2017
  • 10 – 12 Juli 2017
  • 17 – 19 Juli 2017
  • 24 – 26 Juli 2017
  • 31 Juli – 01 Agustus 2017
  • 07 – 09 Agustus 2017
  • 14 – 16 Agustus 2017
  • 21 – 23 Agustus 2017
  • 28 – 30 Agustus 2017
  • 04 – 06 September 2017
  • 11 – 13 September 2017
  • 18 – 20 September 2017
  • 25 – 27 September 2017
  • 02 – 04 Oktober 2017
  • 09 – 11 Oktober 2017
  • 16 – 18 Oktober 2017
  • 23 – 25 Oktober 2017
  • 30 Oktober – 01 November 2017
  • 06 – 08 November 2017
  • 13 – 15 November 2017
  • 20 – 22 November 2017
  • 27 – 29 November 2017
  • 04 – 06 Desember 2017
  • 11 – 13 Desember 2017
  • 18 – 20 Desember 2017
  • 27 – 29 desember 2017

 

Investasi dan Fasilitas TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

  • Rp. 5.900.000 per Peserta (Non residential)
  • Minimun quota 2 peserta
  • Fasilitas : Certificate,Training kits, USB,Lunch,Coffe Break, Souvenir
  • Untuk peserta luar kota disediakan transportasi antar-jemput dari Bandara/Stasiun ke Hotel

 

Lead Instruktur TRAINING MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

Arif Hartono, SE.,MHRM.,PhD

 

 

MANAJEMEN KELEMBAGAAN BIPARTIT

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

ACARA

01 – 03 Maret 2017 | Rp 5.800.000 di Yogyakarta
04 – 06 April 2017 | Rp 5.800.000 di Yogyakarta
16 – 18 Mei 2017 | Rp 5.800.000 di Yogyakarta
13 – 15 Juni 2017 | Rp 5.800.000 di Yogyakarta

Jadwal Selanjutnya …

 

DESKRIPSI TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

Industrial Relation atau lebih umum dikenal sebagai hubungan industrial merupakan bentuk kerjasama dan komunikasi antar personal dalam perusahaan. Hubungan industrial mempunyai fungsi strategis dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif, aman dan nyaman. Oleh sebab itu, peran hubungan industrial perlu mendapatkan perhatian yang tepat sehingga berbagai permasalahan yang terjadi seperti masalah perburuhan ataupun serikat pekerja dapat diatasi karena permasalahan ini seringkali berdampak serius terhadap kegiatan operasional perusahaan. Iklim sehat dalam perusahaan yang dapat menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, baik pada pihak karyawan maupun pihak perusahaan sendiri, sehingga menciptakan ketenangan kerja bagi karyawan serta ketenangan usaha bagi pengusaha, yang otomatis mempengaruhi peningkatan produktivitas perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan keterampilan mengelola hubungan antara karyawan dan pihak perusahaan.

Sebagai personil atau praktisi yang bertugas dalam hubungan industrial dituntut untuk lebih sinergis dalam menghadapi setiap permasalahan dan harus cepat beradaptasi pada setiap kondisi yang terjadi dalam perusahaan sehingga dapat tercipta hubungan industrial yang kondusif yang mendukung peningkatan produktivitas perusahaan. Mengingat pentingnya pengelolaan hubungan antara manajemen dengan karyawan ini, maka dibutuhkan pemahaman dan kompetensi yang memadai bagi SDM yang terlibat di dalamnya, yang antara lain dapat dilalui dengan mengikuti pelatihan ini, yang akan memberikan pemahaman kepada peserta agar dapat melaksanakan tugas di perusahaan seoptimal mungking guna mendukung peningkatan produktivitas perusahaan serta kondisi perusahaan yang kondusif.

TUJUAN TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat:

  • Memahami peran dan fungsi hubungan industrial dalam perusahaan;
  • Memahami peran manajer dalam hubungan industrial;
  • Memahami pokok-pokok hukum ketenagakerjaan berkaitan dengan peraturan-peraturan ketenaga kerjaan, hak dan kewajiban pekerja, hak dan kewajiban perusahaan, dsb.
  • Mengelola hubungan industrial agar diperoleh hasil win-win solution

MATERI TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

  1. Konsep dan fungsi Hubungan Industrial
  2. Kebertugasan Serikat Pekerja / Serikat Buruh di Perusahaan
  • Peraturan terkait Serikat Pekerja
  • Kerjasama & tantangannya
  1. Manajemen dan tantangan pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja
  2. Mengelola hubungan industrial yang konstruktif dan produktif
  3. Perjanjian Kerja / Hubungan Kerja (PKWT & PKWTT)
  4. Outsourcing
  5. Pelatihan Kerja
  6. Pemagangan
  7. Peraturan perundang-undangan yang menyangkut Hubungan Industrial
  • Undang-undang
  • Peraturan Perusahaan (PP)
  • Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
  1. Perlindungan, Pengupahan & Kesejahteraan
  2. Lembaga Kerjasama di bidang Hubungan Industrial:
  • Bipartit
  • Tripartit
  • PPHI
  1. Internal Relations
  • Employee Relations
  • Employee Communications:
    • Forum Bipartite
    • Keterampilan komunikasi dan teknik negosiasi dalam perundingan
    • Opinion Survey
  1. External Relations
  • Community Development
  • Government/Associations Relations
  1. Perselisihan Hubungan Industrial & Penyelesaiannya
  2. Pemutusan Hubungan Kerja
  3. Ketentuan Pidana & Sanksi Administratif
  4. Diskriminasi
  5. Penggunaan Tenaga Kerja Asing
  6. Wajib Lapor Ketenagakerjaan

PESERTA TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

Pelatihan ini sesuai untuk diikuti oleh: Direktur Perusahaan, Manajer & Staf HR, Praktisi HR, personel di bagian Industrial Relations, wakil dari Serikat Pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan ketenagakerjaan.

METODE TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

  • Presentation
  • Discuss & Sharing
  • Case Study
  • Game
  • Role Play

INSTRUKTUR TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

Eka Mayesti Daeli, SE & Team

Nara sumber merupakan pakar di bidang SDM & Organisasi yang berkaitan dengan hubungan industrial dan hukum ketenagakerjaan dengan pengalaman yang baik sebagai praktisi dan akademisi. Aktif sebagai konsultan hukum dan pembacara dalam pelatihan dan seminar terkait masalah hubungan industrial dan ketenagakerjaan.

 

WAKTU & TEMPAT TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

  • Batch 2 : 01 – 03 Februari 2017
  • Batch 3 : 01 – 03 Maret 2017
  • Batch 4 : 04 – 06 April 2017
  • Batch 5 : 16 – 18 Mei 2017
  • Batch 6 : 13 – 15 Juni 2017
  • Batch 7 : 18 – 20 Juli 2017
  • Batch 8 : 01 – 03 Agustus 2017
  • Batch 9 : 12 – 14 September 2017
  • Batch 10 : 03 – 05 Oktober 2017
  • Batch 11 : 21 – 23 November 2017
  • Batch 12 : 27 – 29 Desember 2017
  • 08.00 – 16.00 WIB
  • Yogyakarta: Ibis Styles Hotel Yogyakarta ; Cavinton Hotel Yogyakarta ; Neo Malioboro Hotel Yogyakarta
  • Surabaya: Hotel Santika Pandegiling Surabaya /
  • Jakarta: Ibis Jakarta Arcadia Hotel / Ibis Jakarta Tamarin Hotel
  • Bandung: Golden Flower Hotel Bandung ; De Batara Hotel Bandung /
  • Bali: Ibis Bali Kuta Hotel ; Harris Kuta Raya Hotel Bali

In House Training : Depend on request

BIAYA TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

Yogyakarta:

  • Rp 5.800.000,- /participant (non residensial)*
  • Special Rate: Rp 5.000.000,- (min 4 participants from the same company)

Bandung / Jakarta / Surabaya: Rp 6.500.000,- /participant (non residensial)*

Bali: Rp 7.500.000,- /participant (non residensial)*

FASILITAS TRAINING INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

  • Meeting Room @ Hotel
  • Coffe Break & Lunch
  • Module (hard & soft copy/flashdish)
  • Training Kit
  • Souvenir
  • Sertifikat
  • Airport pick up services
  • Transportation during training

INDUSTRIAL RELATION MANAGEMENT

 

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

Serikat Pekerja: Strategi Mengelola Serikat Pekerja

ACARA

26 – 27 Januari 2017 | Rp. 4.595.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta
16 – 17 Maret 2017 | Rp. 4.595.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta
26 – 27 Mei 2017 | Rp. 4.595.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta
24 – 25 Juli 2017 | Rp. 4.595.000 di The Parklane/ Park Hotel/ Arion Swiss-Bel, Jakarta

Jadwal Training 2017 Selanjutnya …

 

Serikat Pekerja (Buruh) adalah persatuan pekerja yang berbentuk organisasi untuk mencapai tujuan bersama seperti melindungi integritas pekerja, negosiasi upah yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik. Tawar-menawar serikat buruh, dengan majikan atas nama anggota serikat (pangkat dan jabatan anggota) dan melakukan negosiasi kontrak kerja (perjanjian kerja bersama) dengan majikan. Tujuan paling umum dari asosiasi atau serikat adalah “mempertahankan atau meningkatkan kondisi kerja mereka”

Di Indonesia, Serikat Pekerja diakui secara hukum sebagai wakil pekerja di semua industri. Aktifitas Serikat Pekerja berpusat pada perundingan Kesepakatan Kerja Bersama yang akan menentukan upah, tunjangan, dan kondisi kerja untuk keanggotaan mereka, dan mewakili anggota serikat dalam perselisihan dengan manajemen atas pelanggaran ketentuan kontrak. Serikat Pekerja biasanya terlibat dalam kegiatan melobi dan berkampanye di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kegiatan negosiasi kondisi Kesepakatan Kerja Bersama termasuk negosiasi upah, aturan kerja, prosedur pengaduan, aturan yang mengatur perekrutan, pemecatan dan promosi pekerja, manfaat, keselamatan kerja dan kebijakan. Perjanjian Kerja Individu dinegosiasikan oleh serikat mengikat dengan majikan dan dalam beberapa kasus untuk pekerja non-anggota lainnya. Serikat pekerja secara tradisional memiliki konstitusi yang detail tentang tata kelola untuk unit perundingan dan juga memiliki struktur organisasi di berbagai tingkat pemerintahan tergantung pada industri dimana Pekerja terikat perjanjian kerja secara hukum untuk memberikan fungsi mereka dalam bernegosiasi.



Gambaran Ringkas Training Serikat Pekerja : Strategi Mengelola Serikat Pekerja

“Strategic Manajemen adalah proses yang berkelanjutan yang mengevaluasi dan mengendalikan bisnis dan industri di mana Perusahaan dan Serikat Pekerja terlibat, menilai pesaingnya dan membuat tujuan strategis untuk melampaui pesaing yang ada dan potensial, dan kemudian mengkaji kembali setiap strategis secara tahunan atau kuartalan secara teratur untuk menentukan bagaimana telah dilaksanakan dan apakah telah berhasil atau membutuhkan penggantian dengan strategi baru guna memenuhi suatu keadaan yang berubah, teknologi baru, pesaing baru, lingkungan ekonomi baru, atau lingkungan sosial, keuangan, atau politik baru. ” Manajemen Strategis juga dapat didefinisikan sebagai “identifikasi tujuan dan rencana organisasi serta tindakan untuk mencapai tujuan, yang merupakan suatu rangkaian keputusan dan tindakan yang menentukan kinerja manajemen jangka panjang di perusahaan saat melakukan bisnis, termasuk merumuskan dan menerapkan strategis yang akan membantu dalam menyelaraskan organisasi dan lingkungannya untuk mencapai tujuan organisasi. “



Tujuan Training Serikat Pekerja : Strategi Mengelola Serikat Pekerja

  1. Memberikan peran penting untuk kerangka kerja dalam hal perselisihan antara serikat pekerja dan pengusaha atau organisasi asosiasi di sisi lain.
  2. Memberikan penyelesaikan atas masalah yang timbul antara pengusaha dengan karyawan; dan serikat pekerja dengan asosiasi pengusaha.
  3. Memberikan penyelesaian atas masalah yang timbul yang disebabkan perbedaan dalam pelaksanaan perdamaian dari perselisihan yang timbul, karena jaringan serikat pekerja dan/atau asosiasi pengusaha, jauh dari lokasi kedudukan perselisihan
  4. Menghilangkan hambatan organisasi antar departemen dan menghilangkan lapisan manajemen untuk menciptakan hirarki organisasi yang datar.

Implementasi Strategis

Menerapkan strategi dengan melibatkan prosedur Change Management dalam prosedur mempekerjakan, pengorganisasian dan sumber daya.

  1. Pengorganisasian
    • Menerapkan strategi yang mungkin memerlukan perubahan organisasi, seperti membuat unit baru, penggabungan yang sudah ada atau bahkan beralih dari dari struktur geografis ke fungsional atau sebaliknya. Pengorganisasian juga melibatkan penyatuan faktor dan pengaturan urutan yang disukai dan straight.
  2. Resourcing
    • Implementasi mungkin memerlukan perubahan anggaran yang signifikan, yang mempengaruhi sumber daya manusia dan belanja modal.
  3. Perubahan manajemen
    • Menerapkan strategi yang mungkin memiliki efek bagi seluruh organisasi, dengan meminimalkan gangguan yang dapat mengurangi biaya dan menghemat waktu, dengan menunjuk seseorang untuk ahli dalam perubahan, yang bertujuan meminta lawan untuk proaktif dalam mengidentifikasi dan mengurangi masalah.
  4. Penjajaran
    • Representasi visual dari strategi yang diukur terhadap tingkat pemahaman dan pelaksanaan di berbagai bagian organisasi, berfokus pada pengukuran keselarasan strategis organisasi.



Topics training Serikat Pekerja

  • Understanding Industrial Relation
  • Developing the Collective Labour Agreement and Individual Labour Agreement
  • Risks Management
  • Excellent Corporate Culture

Training Methods Serikat Pekerja : Strategi Mengelola Serikat Pekerja

  • Tutor and discussion
  • Study case and benchmarking
  • Coaching and Mentoring
  • Simulation

Results of Training

  • Peserta dapat membuat perencanaan pada seluruh bagian sub topic training dan mengimplementasikan serta mengatur tahapan secara sistematis dan strategis.
  • Peserta dapat menciptakan program pengembangan sesuai dengan visi, misi dan obyektifitas perusahaan, dan memberikan panduan program dalam pelaksanaan untuk mencapai target perusahaan
  • Peserta dapat mengantisipasi dan menyelesaikann permasalahan yang dihadapi perusahaan sebagai dampak dari perubahan

Peserta training

  • Para Direktur
  • General Manager Human Resources Department dan lainnya
  • Senior Manager or Manager Human Resources Department dan lainnya
  • Senior Staff/Superintendant/Supervisor Human Resources Department



Workshop Leader :

Setiono Winardi

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

 

Jadwal Training 2017

  • 26 – 27 Januari 2017
  • 16 – 17 Maret 2017
  • 26 – 27 Mei 2017
  • 24 – 25 Juli 2017
  • 14 – 15 September 2017
  • 23 – 24 November 2017

FEE :

  • Rp. 3.550.000, – (Registration 3 person/more; payment 1 week before training)
  • Rp. 3.850.000, – (Reg 2 weeks before training ; payment 1 week before training)
  • Rp. 4.250.000, – (On The Spot; payment at the last of training )
  • Rp. 4.595.000, – (Full Fare)

 

 

Strategi Mengelola Serikat Pekerja

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT FOR HOSPITAL – Half Confirmed

ACARA

19 – 20 Mei 2016 | Rp. 3.500.000,- di Jakarta

 

OVERVIEW GENERAL AFFAIR MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT

Divisi General Affair/Bagian Umum merupakan tangan kanan operasional dari Departemen HRD, karena beberapa pekerjaannya sangat membantu kelancaran operasional dan merupakan tugas-tugas pelayanan di bidang SDM, tetapi kadang divisi ini juga sudah berdiri sendiri.

Bahkan di beberapa Rumah Sakit, GA juga menangani permasalahan Hubungan Industrial (Industrial Relation) baik untuk menyelesaikan masalah internal (kekaryawanan) maupun masalah dengan lingkungan sekitar lokasi Rumah Sakit.

Sesuai namanya, divisi General Affair (GA) atau Divisi Umum merupakan supporting unit yang bertujuan memberikan pelayanan-pelayanan kepada unit-unit kerja lain. Bahkan pada umumnya, GA melayani seluruh unit kerja di Rumah Sakit (bersifat shared service) dalam hal administrasi dan pengelolaan pelayanan rutin rumah sakit.

Bertolak dari kebutuhan tersebut, maka kami menawarkan suatu program pengembangan bagian umum GENERAL AFFAIRS MANAGEMENT selama 2 (dua) hari, yang selain diperuntukkan bagi pelaksana/staff bagian umum, juga untuk level supervisor maupun manager. Selain itu, juga penting bagi pengelola SDM (Orang-orang HRD), juga bagi para Supervisor atau Manager Teknis di luar Bagian Umum, yang ingin mengetahui lebih jauh seluk beluk General Affairs.

TUJUAN GENERAL AFFAIR MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT

  • Peserta memahami tugas dan tanggung jawab seorang GA
  • Peserta mempunyai kesiapan mental dan motivasi bekerja yang tinggi dengan tugas yang berat
  • Peserta dapat mengerti masalah-masalah yang biasa terjadi bagian divisi GA dan sanggup mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
  • Peserta memiliki skill dalam pengelolaan GA secara profesional
  • Peserta mampu meningkatkan kinerja dari apa yang telah dijalani saat ini
  • Peserta dapat merencanakan program GA yang berkesinambungan
  • Mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan Hubungan Industrial (termasuk Employee Relation) maupun Hubungan Industrial dengan pihak-pihak di luar rumah sakit.

 

OUTLINE GENERAL AFFAIR MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT:

  • Aspek & Ruang Lingkup Pekerjaan Di General Affair
  • Building Management, Asset management
  • Pelaksanaan keamanan Satpam/Security dan ketertiban, kebersihan
  • Pengurusan kendaraan rumah sakit dan fasilitas pool
  • Mengurus berbagai perijinan, dan kehumasan, operasional, dll
  • Cleaning Service dan penanganan limbah
  • Recepsionist dan operator telepon, serta keluar masuk Tamu
  • Alat Tulis Kantor (ATK)
  • Insurance Management/ jaminan kesehatan/hari tua
  • Pemeliharaan kesehatan, safety dan pelaksanaan K3 bagi seluruh karyawan
  • Penanganan Listrik, Air dll.
  • Pelaksanaan event khusus
  • Pengelolaan Cleaning Service & Office Boy / Office Girl
  • Outsourcing Management / Labour Suply / Tenaga Kerja Kontrak (Bagaimana melakukan, memilih dan membuat kerjasama outsourcing)
  • Penanganan tamu Penting (Tamu VVIP, VIP, Instansi Pemerintah, Auditor Rumah Sakit, Demonstrasi / Unjuk Rasa)
  • Ruang lingkup tanggung jawab Industrial Relations
  • Kompetensi motivasi yang diperlukan oleh profesional GA
  • Tugas, fungsi dan tanggung jawab General Affair
  • Defenisi/pandangan umum General Affair
  • Komunikasi internal dengan departemen di lingkungan rumah sakit dan direksi
  • Komunikasi eksternal dengan lingkungan sekitar rumah sakit
  • Antisipasi & Penanganan Masalah Di Bidang General Affair
  • Kiat-kiat menangani “Orang-orang Sulit”

 

WAJIB DIIKUTI OLEH :

  • Para bagian GA
  • Para Industrial Relation Manager atau Officer dan Staff
  • Para Manager Non HR yang berminat mempelajari GA & IR
  • Karyawan lain yang berkaitan dengan dan /atau yang mengelola SDM (misal: General Affairs; Humas; dlsb)
  • Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan SDM

Trainer GENERAL AFFAIR MANAGEMENT UNTUK RUMAH SAKIT

Sih Hartono,SE.,MM.

Seorang mantan professional Human Resources yang telah memiliki pengalaman di bidangnya selama lebih dari 20 tahun. Kini disamping aktivitasnya sebagai trainer juga sering member pendampingan di beberapa perusahaan dalam melakukan pembenahan manajemen Sumber Daya Manusia, termasuk membenahi system remunerasinya. Beberapa training yang dikuasainya selama lebih dari 9 tahun antara lain: Personnel Administration Program, General Affairs, Comprehensive Industrial Relation, Performance Appraisal Competency Based,dll. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan baik PMDN maupun PMA seperti PT. Narumi Indonesia, PT. Toyobesq PPI, PT Lintec Indonesia, PT. Mulia Industrindo Tbk. Akademi Teknik Mesin Industri Cikarang, MNC Group, PPATK, Percetakan Erlangga, Rokok Sampoerna, PT. Kurita Indonesia, Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP)  Dll.

Investasi  :

Rp. 3.500.000,- (termasuk souvenir, flask disk, materi hand-out dan CD modul, 2x coffee break, makan siang dan sertifikat)

 

Tempat :

  • Hotel Ibis Senen
  • Hotel Ibis Cawang
  • Hotel Santika Premiere (Hayam Wuruk)
  • Akan di informasikan di dalam surat konfirmasi Pendaftaran Training)

 

GENERAL AFFAIR MANAGEMENT FOR HOSPITAL

 

 

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia

Acara

29 April 2016 | Rp. 2.750.000 / orang di Epicentrum Walk Office, Jakarta

 

Latar Belakang Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia: 

Realitas dan dinamika permasalahan ketenagakerjaan sangat bersifat multidimensional serta dipengaruhi dan mempengaruhi berbagai faktor dengan pola relasi yang kompleks. Situasi ini membutuhkan adanya penyelesaian permasalahan hubungan industrial dengan menggunakan kebijakan dan pendekatan yang terintegrasi dan sistematis. Pengusaha dan pekerja memiliki peran sentral dalam menjalankan perusahaan. Keharmonisan hubungan para pihak menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga roda industri agar bisa   berjalan secara normal. Hubungan hukum yang  terjalin diantara pengusaha dan pekerja selanjutnya lebih dikenal dengan istilah hubungan industrial. Dalam praktiknya, hubungan industrial tidak selalu berjalan mulus. Ada sejumlah penyebab yang mendorong hubungan kerja terjebak ke ranah konflik yang rumit.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 (UU Nomor 2/2004) tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial lahir menjadi dasar hukum dari pembentukan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk menjadi institusi penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang cepat, tepat, dan adil. Namun dalam praktik terdapat beberapa kendala yang dialami oleh para pihak yang bersengketa yang seringkali justru menjadi hambatan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang cepat dan tepat. Salah satu kendala terbesar yang dialami para pihak adalah kekurangpahaman HRD, legal officer atau staf HRD terhadap hukum acara dan teknik beracara di Pengadilan Hubungan Industrial.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang pelaksanaan penyelesaian perselisihan hubungan Industrial di Perusahaan (Apa dan Bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan pekerja dan pengusaha dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial) sehingga penyelesaiannya cepat tepat dan tidak berlarut-larut serta sesuai dengan peraturan yang normative di Indonesia.

 Silabus Pelatihan Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia: 

  • Latar belakang lahirnya UU No.2 Th 2004
  • Sebab-sebab timbulnya perselisihan hubungan industrial
  • Jenis – jenis perselisihan hubungan industrial (PHI)
  • Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial dalam Praktek (Mediasi, Konsiliasi, Arbitrasi, Pengadilan Negeri, Mahkamah Agung)
  • Diskusi dan Tanya jawab

 

 

Nara Sumber:

Basani Situmorang, SH, M.Hum dan Team

Beliau adalah seorang  staff ahli direksi PT Jamsostek Bidang Hukum sejak tahun 2001. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai  Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI Bidang Ketenagakerjaan (periode 2000-2004), mantan Staff Ahli Menteri Tenaga Kerja Bidang Hukum dan Hubungan Industrial (periode2000-2002), mantan Kepala Kepaniteraan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) periode 1998-2000, dan juga pernah menjabat sebagai mantan Kepala Biro Hukum Departemen Tenaga Kerja RI periode 1992-1998. Selain itu beliau juga pernah menjadi Kepala Bagian Perundang-undangan Departemen Tenaga Kerja RI periode 1983-1992. Sebelumnya beliau juga menjabat sebagai Kepala Sub. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Departemen Tenaga Kerja RI, sebagai Anggota Panitia Khusus DPR RI  dan Tim Perumus :  Undang-Undang No.13 Th.2003 Ketenagakerjaan), Undang-undang No.21 Th.2000 ( Serikat Pekerja), dan Undang-undang No.2 Th.2004 (PPHI), Konsultan Industrial Relation PT  Astra Group, dan saat ini beliau  juga sebagai Pengajar pada Program Pasca Sarjana Universitas Krisna Dwipayana (UNKRIS) Jakarta.

 

Investasi :

  • Rp. 2.750.000 nett/ orang.
  • Early Bird : Rp 2.500.000 nett/ org (pembayaran seminggu sebelum pelaksanaan)

Sudah termasuk Coffe Break 2x, Makan siang, Seminar Kit, Sertifikat. 

 

Teknik Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia – Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2004

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days