MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL (PERBANKAN ELECTRONIK)

ACARA

21 – 23 November 2018 | Rp 5.800.000,- di Yogyakarta
27 – 29 Desember 2018 | Rp 5.800.000,- di Yogyakarta

Jadwal Training 2019

22 – 24 Januari 2019 | Rp 5.900.000,- di Yogyakarta
12 – 14 Februari 2019 | Rp 5.900.000,- di Yogyakarta

Jadwal Training 2019 Selanjutnya …

 

 

DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan terutama jasa layanan pembayaran melalui Bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang berbasis teknologi terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah Bank. Transaksi perbankan berbasis elektroniK, termasuk internet merupakan salah satu bentuk pengembangan penyediaan jasa layanan bank yang memberikan peluang usaha baru bagi bank yang berakibat kepada perubahan strategi usaha perbankan, dari berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien bagi bank dan praktis bagi nasabah. Namun demikian, disamping bank memperoleh manfaat signifikan dari inovasi teknologi melalui transaksi perbankan berbasis internet, bank juga menghadapi risiko yang melekat pada kegiatan dimaksud, antara lain risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. E Chanel pada dasarnya tidak menimbulkan risiko baru yang berbeda dari produk layanan jasa perbankan melalui media lain, tetapi disadari bahwa E chanel meningkatkan risiko tersebut. Secara khusus internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan, risiko hukum serta risiko reputasi. Oleh karena itu, disamping memanfaatkan peluang baru tersebut, bank harus mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko-risiko dengan prinsip kehati-hatian.

Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum (“PBI 9/2007”) termasuk Layanan Perbankan Melalui Media Elektronik atau Electronic Banking yaitu layanan yang memungkinkan nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik.

Berdasarkan Pasal 8 jo. Pasal 2 PBI 9/2007, kebijakan dan prosedur penggunaan teknologi informasi meliputi aspek layanan internet banking, dimana penerapan manajemen risiko pada teknologi informasi antara lain mencakup:

  1. kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan teknologi informasi; dan
  2. sistem pengendalian intern atas penggunaan teknologi informasi

Kewajiban untuk menerapkan manajemen risiko ini juga diatur di dalam Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP 82/2012”). Bank dan/atau pihak ketiga selaku penyelenggara sistem elektronik yang mengelola internet banking wajib tunduk pada peraturan in Bank juga memiliki kewajiban untuk memberitahukan risiko pada nasabah sebagaimana diatur di Pasal 8 ayat (1) dan (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan (“POJK 1/2013).

 

TUJUAN TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

  • Pemahaman Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum
  • Pengendalian internal Perbankan Elektronik (E Chanel)
  • Studi kasus perbankan peserta juga akan mengetahui jenis-jenis masalah – masalah yang muncul dalam penyalahgunaan e-banking
  • Mengatasi fraud dan costumer complain

 

MATERI TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

  1. Pengantar Teknologi Perbankan
  • Tuntutan Layanan Perbankan Modern
  • Tuntutan Informasi Perbankan Modern
  1. Regulasi Bank Indonesia & Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan Transaksi Elektronik Perbankan
  2. Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/30/DPNP tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum (“SEBI No. 9”). Berdasarkan SEBI No. 9, Bank wajib menerapkan manajemen risiko untuk menghadapi serangan virus
  3. Pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  4. Pasal 8 ayat (1) dan (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan (“POJK 1/2013”)
  5. Infrastuktur Sofware, Hardware dan Jaringan
  6. Sistem Analisis Program (Operator, User, Bank)
  7. Sistem AMS (ATM-Monitoring System)
  8. Sistem Keamanan Data Transaksi Penyalahgunaan yang sering terjadi dalam teknologi pembayaran e-banking – Typo-site – Keylogger
  9. Prinsip Perlindungan Nasabah
  10. Studi Kasus Fraud dalam perbankan, bagaimana menghindari kejahatan dan kecurangan dalam transaksi serta hak – hak bank dalam menanganinya

 

PESERTA TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

Pelatihan ini sesuai untuk diikuti oleh para Karyawan Bank (Staf & Manajer) di Bagian Operasional, IT, E-Montoring, E-Channel, Management, Divisi/Unit Electronic Banking, Divisi yang menangani ATM, Divisi Pelayanan Kartu Kredit dan Debit, Departemen yang mengelola kas dan pemindahbukuan.

 

METODE TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

  • Presentasi
  • Diskusi Interaktif
  • Studi Kasus
  • Simulasi
  • Evaluasi

 

INSTRUKTUR TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

  • Dedy Tresnady, S.E., M.M. & Team

Praktisi perbankan, berpengalaman dalam manajemen perbankan, pengelolaan lalu lintas data dan sistem teknologi infomasi dari sebuah Bank Swasta di Indonesia yang aktif sebagai trainer bagi perusahaan perbankan.

 

JADWAL TRAINING 2019

  • Batch 1: 22 – 24 Januari 2019
  • Batch 2: 12 – 14 Februari 2019
  • Batch 3: 19 – 21 Maret 2019
  • Batch 4: 16 – 18 April 2019
  • Batch 5: 02 – 04 Mei 2019
  • Batch 6: 18 – 20 Juni 2019
  • Batch 7: 02 – 04 Juli 2019
  • Batch 8: 20 – 22 Agustus 2019
  • Batch 9: 24 – 26 September 2019
  • Batch 10: 22 – 24 Oktober 2019
  • Batch 11: 05 – 07 November 2019
  • Batch 12: 03 – 05 Desember 2019
  • 08.00 – 16.00 WIB

Yogyakarta: Cavinton Hotel Yogyakarta ; Neo Malioboro Hotel Yogyakarta Ibis Styles Hotel Yogyakarta
Surabaya: Hotel Santika Pandegiling Surabaya
Malang: Best Western OJ Hotel Malang ; Harris Hotel & Convention Malang
Jakarta: Dreamtel Jakarta Hotel ; Ibis Jakarta Tamarin Hotel
Bandung: Golden Flower Hotel Bandung ; Serela Merdeka Hotel Bandung
Bali: Ibis Bali Kuta Hotel ; Harris Kuta Raya Hotel Bali

In House Training : Depend on request.

 

BIAYA TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

2018
  • 5.800.000 IDR / participant (for public training in Yogyakarta)  -> minimum quota of 2 participants
  • 6.500.000 IDR / participant (for public training in Bandung, Jakarta, Surabaya)  ->  minimum quota of 3 participants
  • 7.500.000 IDR / participant (for public training in Bali)  -> minimum quota of 3 participants

2019

  • 5.900.000 IDR / participant (for public training in Yogyakarta)  -> minimum quota of 2 participants
  • 6.800.000 IDR / participant (for public training in Bandung, Jakarta, Surabaya)  ->  minimum quota of 3 participants
  • 7.500.000 IDR / participant (for public training in Bali)  -> minimum quota of 3 participants

 

FASILITAS TRAINING MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL

INCLUDE:

  • Meeting Room at hotel, Coffe Break, Lunch
  • Module (hard & soft copy/flashdish)
  • Training Kit, Souvenir, Sertifikat
  • Airport pick up services
  • Transportation during training

EXCLUDE:

  • Penginapan peserta training
  • Pajak (Ppn 10 %)

 

 

MANAJEMEN RISIKO E-CHANNEL (PERBANKAN ELECTRONIK)

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.