CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

ACARA

Senin – Rabu, 09- 11 Mei 2016 | Rp 21.000.000,- di Lit Bangkok Hotel & Residence, Bangkok

 

TRAINING OVERVIEW CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

Pada saat ini topik tentang pengembangan budaya etika menjadi pembicaraan di kalangan para pemimpin perusahaan kelas dunia baik di Amerika maupun Eropa. Tujuan pengembangan budaya etika adalah meningkatkan kualitas kecerdasan emosional, spiritual dan budaya yang diperlukan oleh setiap pemimpin bisnis sehingga dapat memperlancar proses pengelolaan bisnis yang digeluti. Oleh karena itu mereka meyakini bahwa hanya budaya etikalah yang dapat menyelamatkan bisnis mereka di masa depan. Hal ini muncul dari hikmah atas peristiwa krisis ekonomi dan keuangan dunia yang berawal di Amerika dimana penyebab utama dari peristiwa tersebut adalah tidak berjalannya etika bisnis dengan dukungan manajemen risiko yang kuat. Para ahli manajemen beranggapan bahwa krisis terjadi akibat beberapa perusahaan tidak menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan baik dan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar dari peristiwa krisis itulah maka pada saat ini para pemain bisnis global semakin menyadari pentingnya mengembangkan budaya etika berbasis prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai perusahaan.

        Dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya budaya etika oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia terkemuka di Amerika dan Eropa oleh para pimpinan perusahaan, maka pada saat ini di belahan dunia lain banyak perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan budaya etika yang dianggap sebagai penyelamat bisnis mereka di masa depan. Gejala ini sangat menarik, mengingat penerapan GCG dan nilai-nilai perusahaan dalam dunia bisnis masih merupakan merupakan hal yang baru, termasuk di Indonesia.

        Di Indonesia sendiri tampaknya belum terdengar adanya upaya pengembangan budaya etika. Namun seperti biasanya apabila di luar negeri upaya tersebut semakin santer terdengar baru orang-orang Indonesia memikirkan untuk mengembangkannya. Penulis memperkirakan sekitar lima sampai septuluh tahun lagi budaya etika baru akan menjadi suatu isu atau trend dalam bidang manajemen di Indonesia. Mengapa? Karena di masa depan akan banyak perusahaan di Indonesia yang berniat menjadi perusahaan kelas dunia.

 

TRAINING OUTCOME CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

  1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengembangkan budaya perusahaan kepada peserta pelatihan
  2. Memberikan rekomendasi dalam pembuatan kebijakan pengembangan budaya perusahaan dan pemecahan masalah yang terkait dengan upaya cara pengembangan budaya perusahaan

 

TRAINING OUTLINE CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

  • Definisi, Tujuan dan Sasaran Pengembangan Budaya Etika
  • Model dan Langkah-langkah Pengembangan Budaya Etika
  • Langkah 1 & 2: Menetapkan nilai-nilai bisnis & membangun nilai model – menerjemahkan prinsip – prinsip GCG dan nilai-nilai Budaya
  • Langkah 3 & 4: Mengkomunikasikan nilai-nilai yang dianut & membangun sistem untuk menanamkan & menerapkan nilai-nilai
  • Langkah 5 & 6: Membangun sistem pemantauan perilaku etis & memantau perilaku Complience
  • Langkah 7: mereview langkah-langkah 1-7
  • Langkah 8: menyempurnakan nilai-nilai secara regular
  • Studi kasus budaya etika
  • Kebijakan pengembangan Budaya Etika
  • Strategi dan Sistem Pengembangan Budaya Etika

 

 

TRAINING METHODE CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Games
  4. Tugas Individual dan Kelompok

 

WHO SHOULD ATTEND?

Untuk dapat membangun budaya etika yang adaptif selayaknya yang mengikuti pelatihan ini adalah semua pimpinan dalam organisasi serta para konsultan dan akademisi yang berperan dalam pemecahan masalah organisasi dan perusahaan.

 

TRAINER CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

Drs, Hendra Kusnoto, SPsi, MM.

Hendra Kusnoto adalah lulusan dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM, Jurusan Psikologi Perkembangan. Pada tahun 1986, beliau juga bergabung dengan Universitas Persada Indonesia YAI . Beliau juga sempat mendirikan Fakultas Psikologi  swasata pertama di Indonesia dan menjadi Dekan dan mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI pada tahun 1987  sampai 1989. Pada masa itu beliau termasuk Dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, beliau mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia, manajemen strategis dan manajemen perubahan serta Good Corporate Governance (GCG). Pada tahun 1996 beliau mengikuti studi di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya dan melanjutkannya dalam bidang Business Administration and Management di Melbourne University. Beliau sempat juga bekerja di perusahaan tambang terbesar di Australia (Broken Hill Propriety/BHP) di Melbourne. Sekembalinya dari studi di Australia beliau menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul Praktek Manajemen Terbaik di Dunia yang diterbitkan oleh PT Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen strategis dan sumber daya manusia, pada tahun 1997, beliau ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (Inital Public Offering) PT Antam untuk menjadikannya sebagai perusahaan public. Di samping itu beliau juga terlibat di dalam berbagai tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha, maupun Manajemen Sumber Daya Manusia, Good Corporate Governance dan manajemen perubahan. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun melalui pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Sejak tahun 2006 beliau bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, GCG dan manajemen sumber daya manusia. Disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang pernah ditangani al., Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain.

TRAINING TIME CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

  • Senin-Rabu, 09-11 Mei 2016
  • Pkl. 09.00 – 16.00 WIB
  • Venue: LIT BANGKOK HOTEL & RESIDENCE

Investation:

  • Rp. 21.000.000,- (belum termasuk penginapan)
  • Rp. 28.000.000,- (termasuk penginapan 4 malam & jemput antar bandara)

Including:

  • Souvenir, Flash disk, materi hand-out dan CD modul, 2x coffee break, makan siang dan sertifikat (tidak termasuk makan malam)
  • (Biaya tersebut belum termasuk PPN 10% )

CORPORATE CULTURE AND BUSINESS ETHICS

 

Formulir Pra-Pendaftaran Public Training / Permintaan Informasi Lebih Lanjut
  1. JENIS INFORMASI/TRAINING
  2. (required)
  3. (required)
  4. DATA PRIBADI
  5. (required)
  6. (required)
  7. (required)
  8. (valid email required)
  9. (required)
  10. (required)
  11. DATA PRE REGISTRATION (Tidak Mengikat)
  12. (required)
  13. PESAN UNTUK PENYELENGGARA TRAINING
 

cforms contact form by delicious:days

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • TwitThis
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Y!GG
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • MySpace
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • YahooBuzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *